AristekturDesign!

Helping you to bring your concepts and ideas to your real life.

Sistem Pengawetan Bambu VSD (Vertical Soak Diffusion)






VSD atau Vertical Soak Diffusion merupakan sistem pengawetan bambu dengan memanfaatkan gravitasi bumi sebagai tekanan. Sistem ini sangat efesien dan mudah dalam penerapanya, karena tidak memerlukan banyak peralatan dan bahan. Dalam penerapannya, jika menggunakan sistem ini dalam jumlah sedang atau pun besar akan sangat menguntungkan.

Prinsip dasar sistem pengawetan ini adalah, memasukan larutan Borax Boric Acid kedalam buluh-buluh bambu. Sebelumnya buluh-buluh bambu tersebut di lubangi sepanjang bambu tersebut, sehingga membentuk seperti tabung penampung larutan. Setelah larutan tersebut dimasukan selama beberapa waktu (2 minggu) maka larutan tersebut akan berlahan-lahan keluar dari pori-pori bambu. Untuk mengeluarkan keseluruhan larutan, ujung terbawah bambu dilubangi menggunakan bor atau besi angkur.

Untuk setiap jenis dan ukuran bambu membutuhkan waktu pengawetan yang berbeda, tergantung ketebalan bambu dan diameternya.

Uji Pengawetan Bambu di Laboratorium Kimia







Pada dasarnya bambu hanya bertahan 2 - 3 tahun bila digunakan sebagai material konstruksi. Ini dikarenakan bambu sangat mudah terserang kumbang bubuk yang mengakibatkan bambu tersebut menjadi rusak dan lapuk. Kumbang tersebut melubangi kulit bambu yang keras dan memakan bagian dalam bambu yang lebih lembut. Pada permukaan bambu yang terserang kumbang, biasanya hanya berlubang kecil tempat kumbang tersebut pertama kali masuk. Namun kerusakan terbesar terjadi pada bagian dalam bambu, dimana bambu mengalami kerusakan akibat dimakan kumbang tersebut.

Pada saat ini, telah banyak ditemukan metode pengawetan bambu, baik secara modern maupun tradisional. Dimana diharapkan bambu dapat terhindar dari serangan kumbang bubuk dalam jangka waktu yang cukup lama. Dalam perkembangan nya saat ini digunakan larutan Borax Boric Acid sebagai bahan pengawet bambu. Pada saat ini larutan tersebut merupakan larutan yang paling ramah lingkungan, dibandingkan jenis bahan pengawet yang lain, karena pada dasarnya larutan ini bersifat garam-garaman.

Lewat uji laboratorium, diketahui bahwa bambu yang diawetkan dengan larutan ini dapat terhindar dari kumbang hingga lebih dari 30 tahun. Bambu tersebut juga memiliki tingkat kekerasan dan kekuatan yang lebih dibandingkan bambu yang tidak diawetkan. Karena larutan dalam bambu tersebut mengalami pengkristalan, hal ini yang menyebabkan bambu menjadi lebih keras.

MEETING ROOM BAMBU DI PULAU LOMBOK




Meeting room ini merupakan bagian dari sebuah resort di pulau Lombok. Menggunakan bambu ukuran kecil (diameter 8cm), sedangkan bentang kuda-kudanya adalah 6m dan panjang bangunan 15m. Sebenarnya ruang nya didesign tanpa sekat, (kecuali dekat pintu masuk, sebagai tempat penyimpanan barang-barang kebutuhan meeting room) sehingga lebih fleksible. Bukaan-bukaan jendela sangat besar, agar view dari luar bisa dinikmati dari dalam. Sedangkan kolam (lotus pond) pada dua sisi bangunan, memberikan suasana yang lebih tenang dan juga akan mendinginkan suhu ruangan meeting room ini.
Dinding menggunakan batu bata expose setinggi umpak, dan diatasnya menggunakan gedek dengan frame kayu.

Community Learning Center, Solidaritas Perempuan





Ketika gempa di Jogjakarta terjadi pada tahun 2006 yang lalu, banyak fasilitas publik pada tingkat desa yang hancur. Sebuah lembaga swadaya masyarakat di Jogjakarta yaitu Solidaritas Perempuan membangun community center bagi kaum wanita di daerah Jejeran, jalan Imogiri.
Bangunan bambu ini dibangun menggunakan bambu jenis Petung.

Design nya terinspirasi oleh sayap kupu-kupu yang feminim dan indah. Sambungan bambunya menggunakan baut ukuran 12mm, dan menggunakan pondasi setempat/umpak.

Davao Bamboo Bridge





Davao merupakan kota kecil di bagian selatan Filipina, dimana alam nya sangat mirip dengan Indonesia. Dan memang jarak Davao lebih dekat dengan Manado dibandingkan dengan Manila. Di sebuah desa kecil bernama Mabana, membutuhkan sebuah jembatan sebagai alat penyeberangan antar kampung. Desa Mabana bukanlah desa yang maju dan memilki tingkat pendapatan yang tinggi, namun lebih cenderung kurang.

Oleh sebab itu pemanfaat sumber daya alam disekitar site sangatlah diutamakan untuk menekan biaya. Pemanfaatan bambu yang sangat banyak tumbuh disekitar site sangat lah menolong, namun ukuran bambu yang tumbuh hanya berdiameter 10cm saja. Dengan menggabungkan beberapa bambu secara bersama, maka bambu akan bertambah kuat.

Dieng Temple, Central Java











Gudang PT. Lezax Nesia Jaya



Ini adalah sebuah pabrik sekaligus kantor yang memproduksi sarung tangan kualitas export yang direncanakan akan dibangun di Berbah Sleman, Jogjakarta. Dimana kebutuhan utama pada lantai dasar adalah area produksi sarung tangan, sedangkan pada lantai dua digunakan untuk area kantor. Sedangkan pada area depan pabrik digunakan sebagai area genset, keamanan dan musholla bagi karyawan.

Struktur pabrik ini menggunakan baja profile H, karena pabrik ini menuntut bentang yg lumayan lebar. Sehingga pemilihan material baja ini adalah yang paling tepat dan lebih efisien dalam pembangunan nya, karena dinilai lebih cepat dalam pembangunan nya dibanding struktur beton. Untuk penutup dinding luar menggunakan dinding bata, sedangkan penyekat ruang dalam kantor lantai dua menggunakan partisi teakwood, agar lebih fleksible jika ada perubahan atau renovasi ruang. Untuk atap menggunakan atap zincalum yang ringan dan mudah dalam perawatan nya.

Untuk massa bangunan, dibuat menjadi dua massa bangunan yg menyatu pada denahnya, namun terlihat berbeda pada bentuk atap nya. Hal ini untuk menghindari massa bangunan yang terkesan terlalu besar dan masive. Disamping itu, keuntungannya adalah pada bagian antar atap bangunan tersebut dapat memasukkan cahaya langsung pada area kantor dan juga menjaga sirkulasi udara tetap terjaga, walau berada pada tengah-tengah ruang didalam kantor.